You are here
Home > Programming > Android > Tutorial CRUD SQLite Android (I) : Membuat Database SQLite

Tutorial CRUD SQLite Android (I) : Membuat Database SQLite

Hari ini gue(lebih enak “gue” kali ya) lagi di puncak sekedar main aja sama temen gue di villa. Tapi berhubung gue lagi males ngapa ngapain, temen – temen gue lagi pada berenang jadi gue lanjutin Tutorial kita di Android SQLite.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, aplikasi ini nantinya akan menggunakan database SQLite dan memakai paradigma MVC, bagi yang belum mengerti. Silahkan baca pengantarnya dulu di sini.

 

Let’s Get Started

Langsung saja, pertama-tama kita buat sebuah project Android baru terlebih dahulu. Nama project nya gue kasih Inventory, dan nama company/domainnya terserah. Silahkan nanti disesuaikan. 🙂 Kemudian, karena aplikasi ini menggunakan paradigma MVC. Maka kita akan buat kelas modelnya, yaitu kelas Barang.java. 

Kelas barang berfungsi untuk mendefinisikan objek barang beserta fungsi-fungsi dan atribut-atributnya. Yah seperti barang pada umumnya, mereka mempunyai nama, ID, merk, dan sebagainya. Buat kelas java dengan nama Barang, lalu ikuti kodingnya seperti dibawah :

Oke, Model nya sekarang sudah ada. Sederhana bukan? Kelas tersebut hanya berisi atribut dan fungsi-fungsi getter dan setter. Setelah kelas barang selesai dibuat, kita akan melanjutkan dengan membuat kelas Database Helper.

Database Helper

Sesuai namanya, kelas ini berfungsi untuk memudahkan kita dalam membuat dan mengakses database SQLite yang akan dipakai oleh aplikasi. Kelas ini kebanyakan berisi method-method berkaitan dengan manajemen database, seperti onUpgrade() dan onCreate(). 

Database Helper sebenarnya sudah ada kelasnya pada Android, yaitu bernama SQLiteOpenHelper. Sehingga kita tinggal meng-extends kelas ini dari kelas SQLiteOpenHelper, atau dengan kata lain, melakukan pewarisan.

Buatlah kelas Java dengan nama DBHelper dan berikut kode untuk kelas DBHelper.java :

Oke, seperti yang bisa kita lihat di atas. Kelas DBHelper.java kebanyakan berisi konstanta-konstanta seperti nama tabel, nama database, nama kolom, dan sebagainya. Hal ini untuk memudahkan kita nantinya. Dimana ketika ingin menggunakan konstanta tersebut, kita tidak usah lagi menulis nama tabel berulang kali, namun cukup dengan mengaksesnya dari kelas DBHelper.

Kemudian ada juga konstanta berupa SQL statement, yang untuk mereka yang ahli database, sebenarnya perintah itu digunakan untuk membuat tabel database baru. Perintah SQL tersebut kemudian akan dieksekusi pada method onCreate(). 

Kira-kira sekian dulu postingan malam hari ini. Tutorial nanti akan dilanjutkan kembali.

Leave a Reply

Top